Aloclair Bernadette Epaff

Selamat malam drg.
Dita Firdiana,
Saya mau tanya ya Dok,

-Apakah sariawan ada jenisnya??
Soalnya saya sering sariawan,dan berbeda-beda tempatnya,semua bagian mulut pernah sariawan, kadang ada yang membuat tubuh saya meriang.

-Apakah sariawan dapat menular??
Pernah lihat berita,orang yg terkena penyakit Aids mulutnya banyak sariawannya.

-Apakah berbahaya bila sering terkena sariawan ??
Dalam sebulan bisa sampai 2x sariawan,dan sangat menyiksa,saya jadi sulit makan dan berat badan jadi makin turun,karna nafsu makan saya otomatis menurun

-Selain stress,apakah faktor makanan juga bisa memicu terjadinya sariawan?

-Mitos atau fakta mengkonsumsi pedas saat sariawan bisa cepat sembuh?

-Bagaimana cara terbaik mengobati sariawan dari luar maupun dari dalam ?

Tolong bantu ya Dok,sariawan terlihat sederhana tapi cukup bikin saya stres bila tak kunjung sembuh. Trima Kasih Dok ฀Trima Kasih Aloclair Indonesia

#TanyaAhliLebihNyaman

Hai Bernadette,

Sariawan, semua orang tahu apa itu sariawan. Sariawan adalah luka dimulut. Tapi apakah semua luka dimulut itu sariawan? bisa jadi itu jamur, atau luka tergigit, atau gambaran dari penyakit seperti lupus, TBC, sifilis, HIV atau bahkan kanker mulut. Terus apakah namanya masih sariawan?

Sariawan yang paling umum ditemukan adalah Stomatitis Aphotsa Recurrent (SAR), merupakan penyakit di dalam mulut yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, SAR ini adalah suatu luka di jaringan lunak rongga mulut terutama di lidah, pipi dalam, bibir, dan juga dasar mulut dengan tingkat kekambuhan sampai lebih dari 3 kali dalam satu tahun. Adanya ciri adanya “kekambuhan” ini yang tertuang dalam istilah “Recurrent”. SAR bisa satu atau banyak, berbentuk bulat atau oval, dengan batas yang teratur dan beraturan, dikelilingi oleh daerah berwarna merah dengan dasar cekung berwarna putih kekuningan, dan tidak ada keterlibatan adanya penyakit sistemik dari seseorang.

Jadi pada dasarnya sariawan atau SAR ini adalah luka pada rongga mulut yang terjadinya TIDAK memiliki keterlibatan penyakit atau kelainan pada tubuh. Jadi kalau sampai ada, bukan SAR (sariawan) namanya.

Apasih penyakit sistemik itu? Penyakit sistemik adalah suatu penyakit yang mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, seperti penyakit jantung, diabetes melitus, lupus, TBC, anemia, HIV dan sebagainya. Jadi kalau pertanyaannya apakah sariawan bisa menular, SAR tidak menular, bila ada yang sariawan kemudian menular kepada orang lain kemungkinan luka di dalam mulut tersebut bukan sariawan (SAR). Luka di dalam mulut bisa menular bila terjadi ketelibatan penyakit sistemik atau keterlibatan virus/bakteri. Jadi yang menular HIV nya ya, bukan sariawannya. Orang dengan HIV yang belum masuk terapi ARV memang ada yang memiliki sariawan banyak di mulutnya, tapi bukan berarti orang yang banyak sariawan di mulutnya memiliki virus HIV dalam tubuhnya.

Terkait dengan jenis-jenis sariawan (saya terjemahkan dengan jenis lain luka di dalam mulut ya). Luka dalam mulut lainnya yang juga umum ditemukan adalah luka akibat trauma tergigit (traumatic ulcer), luka akibat alergi (stomatitis alergi), luka akibat infeksi virus atau bakteri, infeksi jamur kandidia pada rongga mulut, dan juga ada gambaran tertentu yang khas pada penderita penyakit seperti lupus, pemphigus, HIV, bahkan TBC. Sehingga penegakan suatu sariawan amat tergantung dari kemampuan dokter dalam menganalisa keluhan pasien dan juga gambaran klinis dari sariawan tersebut. Hingga saat ini penyebab pasti dari SAR (sariawan) ini belum diketahui secara pasti. Namun saat ini sudah diketahui adanya keterlibatan gen tertentu dalam timbulnya SAR ini. Hal ini ditunjukkan dengan penelitian pada orang tua yang memiliki SAR akan melahirkan 90% anak yang memiliki SAR juga. Tapi walau belum diketahui penyebabnya, ada beberapa faktor pencetus timbulnya sariawan. Faktor-faktor tersebut: Genetik, Hormon, Stress (fisik dan pikiran), Kekurangan zat besi/asam folat/vitamin B12, Trauma mekanis, Alergi, Kebersihan rongga mulut yang kurang baik.

Kalau menilik cerita dan pertanyaan mba Bernadette, sepertinya mba termasuk penderita SAR yang memiliki faktor genetik. Faktor makanan tentu bisa mempengaruhi, biasanya karena alergi atau sensitifitas. Contohnya saya seisitif bila minum salah satu minuman kotak, ada yang alergi makan gorengan, atau mie instan, dll. Atau konsumsi asam folat, vitamin B yang kurang. Stress sudah pasti mempengaruhi timbulnya SAR ya mba. Banyak yang mengatakan kalau sariawan makan pedes saja agar lekas sembuh. Kenapa bisa begitu? Karena di dalam cabai (rawit) banyak mengandung vitamin C. Mengkonsumsi vitamin C akan membantu mempercepat penyembuhan jaringan (luka). Dan SAR adalah luka di dalam mulut.

SAR umumnya dapat sembuh spontan dalam waktu kurang dari 14 hari tanpa diobati. Cuma bila meraasa tertanggu dengan hadirnya SAR sehingga mengganggu nafsu makan, dll, ada baiknya dibantu dengan mengobati. Pengobatan SAR terdiri dari 3 hal yaitu, mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan dan mengurangi kekambuhan. Upaya paling sederhana dalam mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan luka dapat dilakukan dengan berkumur dengan obat kumur/cairan antiseptik. Sedangkan untuk mengurangi kekambuhan dapat dilakukan dengan menghindari faktor yang dapat memicu SAR. Jadi seseorang harus tau apa pencetus dari SAR nya, dan berusaha untuk menghindarinya.

Yang perlu diketahui dalam memilih obat sariawan yang pas adalah bagaimana cara kerja dari obat sariawan tersebut. Obat sariawan seharusnya memiliki efek melapisi dan melindungi luka di dalam rongga mulut, dan menghilangkan radang sehingga rasa nyeri dan luka cepat sembuh. Obat sariawan yang baik akan tetap menjada asupan darah ke dalam luka sehingga luka menjadi cepat sembuh. Aloclair adalah salah satu yang direkomendasikan.

Semoga bermanfaat.

Artikel

Artikel Lainnya