Tips Membesarkan Anak yang Bahagia

Setiap orangtua pasti ingin membahagiakan anaknya. Banyak orangtua kemudian mencari tahu dari berbagai sumber, mulai dari buku hingga seminar tentang bagaimana menjadi orangtua yang baik untuk anaknya. Apa saja yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya tumbuh menjadi anak yang bahagia?

  1. Ciptakan Quality Time

Jadwalkan waktu ekstra untuk bicara pada anak-anak. Sebisa mungkin untuk tidak sibuk dengan pekerjaan kamu saat berada di rumah. Sebelum tidur, ajak mereka bicara. Hindari gangguan saat sedang menghabiskan quality time dengan anak kamu. Jangan mengecek email, atau sibuk dengan media sosial saat sedang bersama mereka. Dengan hadir secara utuh, mereka akan merasa diperhatikan.

  1. Bersikap Sopan

Ingin memiliki anak yang santun? Contohkan kesopanan melalui tingkah lakumu. Tambahkan kata "tolong" saat ingin dibantu dan "terima kasih" ketika sudah menerima sesuatu atau bantuan, serta kata “maaf” jika berbuat salah. Terapkan tiga kata ini dalam keseharian kamu. Anak-anak belajar untuk berinteraksi dengan orang lain dengan cara mengamati bagaimana orang dewasa melakukannya. Jika kamu memperlakukan orang lain dengan sopan dan hormat, anakmu akan mencontohnya.

  1. Jangan Berteriak

Berteriak kepada anak tidak akan membuat sikap mereka menjadi manis, tapi justru sebaliknya. Semakin orangtua berteriak kepada anaknya, semakin buruk kemungkinan perilaku mereka. Ingatkan mereka dengan cara yang tepat. Tegas tidak berarti harus galak. Untuk mendapatkan respek dari anak, buatlah diri kamu memang layak untuk dihormati bukan untuk ditakuti.

  1. Bantu Anak Mengekspresikan Dirinya

Menurut Tovah Klein, Director di Barnard College Center for Toddler Development di New York, Amerika Serikat, anak-anak usia 2 - 5 tahun mulai memahami emosi seperti rasa takut, frustasi dan kecewa. Akan tetapi, anak-anak ini sering kesulitan untuk secara tepat mengungkapkan emosi mereka dengan baik. Kamu dapat membuat mereka menjadi lebih ekspresif dengan menjadi orangtua yang juga ekspresif. Tunjukkan kekecewaanmu jika ada hal-hal yang tak sesuai harapan terjadi.

  1. Libatkan Ayah

Kehadiran ayah sangat memengaruhi kehidupan anak-anak dalam berbagai aspek. Menurut W. Brad Wilcox, sosiolog di University of Virginia yang mendalami mengenai pernikahan dan keluarga, Ayah dapat membantu anak-anak untuk mengontrol emosi dan tubuh mereka. Bermain dengan ayah yang biasanya melibatkan aktivitas yang penuh logika dan kekuatan, dapat membuat anak-anak belajar bagaimana mengambil risiko. Kedekatan anak dengan ayah juga dapat memengaruhi ambisi anak untuk jangka panjang.

  1. Bercanda

Perbanyaklah bermain dan bercanda dengan anak. Bercanda dengan balita membuat anak melatih pola pikir kreatifnya dan belajar mengelola stres. Ini juga membantu mereka untuk berteman dan menyiapkan mereka membangun kehidupan sosialnya. Dengan banyak-banyak bercanda, anak belajar sejak dini tentang humor yang baik. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk bersosialisasi dengan sesama.

  1. Be Positive

Orangtua yang mengekspresikan emosi negatif kepada bayi mereka dapat membuat anaknya kelak menjadi lebih mudah agresif. Anak berusia 5 tahun yang bersifat agresif dapat menjadi anak yang pemarah di masa depan. Tanamkan sikap positif sejak dini pada diri kamu dan tularkan kepada anak-anak. Sikap positif kamu sebagai orangtua dapat menjadi investasi jangka panjangnya yang ikut membangun membentuk kepribadiannya di masa depan.

  1. Jangan Mencari Kesempurnaan

Tidak ada manusia yang sempurna. Jangan menyiksa diri dengan menjadi perfeksionis hingga memaksakan diri untuk menjalankan pola pengasuhan yang serba sempurna. Menurut penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2011 di jurnal Personality and Individual Differences, orangtua yang merasakan ekpektasi sosial mengenai kesempurnaan dalam pola pengasuhan anak, lebih rentan stres dan tidak percaya diri akan keterampilannya dalam mengasuh anak. Abaikanlah tekanan-tekanan dan ekspektasi sosial yang ada di sekitarmu dan jadilah orangtua yang lebih santai.

  1. Kenali Anak

Setiap orang berpikir bahwa mereka mengetahui pola asuh terbaik untuk membesarkan anak. Akan tetapi, pola asuh itu bukanlah satu ukuran yang dapat cocok untuk diterapkan pada semua anak. Orangtua yang menyesuaikan gaya pengasuhan dengan kepribadian anak mereka memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah dibanding orangtua yang lebih kaku, menurut penelitian yang dipublikasikan pada bulan Agustus 2011 di Journal of Abnormal Child Psychology.

Kenali kepribadian anak dengan baik begitu juga kondisi fisiknya. Perhatikan apakah ada yang berubah dari tubuhnya, perasaannya hingga aktivitasnya, termasuk apakah ada sariawan di dalam mulutnya. Karena sariawan meski kecil dapat sangat mengganggu dan membuat anak menjadi lebih pendiam karena tidak nyaman berbicara.

Bila sariawan menyerang anak kamu, obati dengan Aloclair Plus. Perhatikan jumlah sariawan yang dideritanya. Jika sariawannya lebih dari satu, supaya lebih mudah mengobatinya, gunakan Aloclair Plus Oral Rinse atau Aloclair Plus Spray. Jika anakmu masih bayi dan belum bisa berkumur, gunakan Aloclair Plus Gel.

Cara pakai Aloclair Plus Gel mudah sekali. Cukup oleskan Aloclair Plus Gel hingga menutup seluruh sariawan dan hindari kontak langsung antara ujung tube kemasan dengan sariawan. Gunakan 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Hindari makan dan minum minimal 1 jam setelah pengolesan. Aloclair Plus efektif menyembuhkan sariawan tanpa menimbulkan rasa perih. Kamu tidak perlu khawatir jika tertelan anak, karena Aloclair Plus aman untuk bayi dan anak-anak.

Tips di atas dapat kamu terapkan untuk membantu anak menjadi pribadi yang lebih bahagia. Ingatlah selalu untuk menjadi contoh terbaik bagi mereka. Berikan kasih sayang penuh karena kamu adalah tempat mereka mencari keamanan dan kenyamanan.

Sumber: https://www.livescience.com/17894-10-scientific-parenting-tips.html

Artikel

Artikel Lainnya