Hal yang Perlu Diperhatikan saat Si Kecil Ikutan Lomba

HUT RI yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus selalu disambut sukacita oleh seluruh rakyat Indonesia. Ada berbagai cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi hari kemerdekaan tersebut. Mulai dari, menggelar syukuran, mengadakan lomba 17-an, hingga gotong royong.

Dari sekian banyak kegiatan yang kerap dipilih untuk menyambut hari kemerdekaan, mengadakan lomba adalah yang paling populer dan paling diminati. Diantara alasannya adalah, untuk menginspirasi masyarakat, membangkitkan semangat, memberikan hiburan, menyatukan kebhinekaan atau memupuk rasa cinta terhadap sesama anak bangsa, serta memaknai kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

Berbagai Macam Lomba 17 Agustus

Berbagai perlombaan memang sengaja diadakan sebelum 17 Agustus. Hal tersebut dimaksudkan agar tepat pada tanggal 17, para pemenang lomba bisa menerima penghargaan. Untuk membuat proses penyerahan hadiah berlangsung lebih meriah, banyak masyarakat yang biasanya sengaja mengadakan pentas seni.

Baca juga: Ini Dia Filosofi dari Lomba 17 an

Ada banyak jenis lomba yang biasanya diadakan oleh masyarakat. Beberapa diantaranya sangat populer dan selalu dinanti-nanti oleh masyarakat karena mampu memberikan hiburan yang tidak mudah ditemukan di momen momen lain, seperti misalnya:

Perhatikan Hal Berikut Saat Si Kecil Ikut Lomba 17-an

Banyak orang tua yang menganggap perlombaan atau kompetisi sebagai sesuatu yang sebaiknya di skip karena, mereka berpendapat bahwa kompetisi akan membuat anak jadi tertekan dan menyebabkan mereka stres hingga atau merasa kecewa saat kalah bersaing.

Baca juga: Semangat #BebasPerih di Momen Kemerdekaan
Untuk melindungi anak-anak dari perasaan kecewa atau tertekan, banyak ayah-bunda yang bermaksud baik dengan menghindari hal-hal yang berbau kompetisi bagi buah hati mereka.

Namun, menurut para pakar perkembangan anak. Melibatkan anak dalam kompetisi (yang sehat) justru sangat baik untuk mereka. Selain bermanfaat untuk menyiapkan mental anak agar siap bersaing di masa depan, kompetisi juga akan membantu mereka menjadi pribadi yang lebih kompetitif, lebih terampil, bisa mengembangkan rasa empati, dan bisa meningkatkan keuletan serta kegigihan dalam berjuang.

Perlombaan juga akan membantu anak-anak memahami bahwa, persaingan hanya akan bisa dimenangi dengan kemauan, kerja keras, semangat, dan kekuatan bertahan. Begitulah yang diungkapkan oleh seorang pakar neuropsikolog pediatrik bernama Timothy Gunn, Psy.D yang juga pernah menjadi juri pada Lifetime Network's Child Genius: Battle of The Brightest.

Agar kegiatan lomba 17-an bisa memberikan dampak positif bagi buah hati, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dan diperhatikan, seperti misalnya:

  1. Jangan pernah memaksakan anak untuk mengikuti suatu perlombaan
Tidak semua anak memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan mampu menghadapi situasi yang sama sekali berbeda dengan hari-hari mereka. Suasana yang ramai dan meriah, jumlah orang yang banyak, hingga rasa malu atau perasaan takut kalah bisa membuat anak-anak enggan ikut lomba.

Jika buah hati menolak saat ditawarkan untuk ikut lomba, pastikan ayah-bunda tidak memaksakan kehendak kepada anak. Jika anak menolak, ini adalah momen paling tepat bagi ayah-bunda untuk mengetahui mengorek lebih banyak rahasia kepribadian anak atau keadaan psikologi mereka. Sehingga, ayah-bunda bisa mengetahui lebih dalam bagaimana kondisi buah hati yang sesungguhnya

  1. Berikan pengertian tentang makna kompetisi atau perlombaan

Hal yang kerap dianggap paling berat oleh anak dalam mengikuti perlombaan adalah, kekalahan. Bagi mereka, kekalahan seringkali tidak hanya sekedar melewatkan hadiah-hadiah menarik, tapi juga bisa membuat mereka merasa malu kepada teman-temannya dan merasa minder hingga menurunkan rasa percaya diri.

Agar anak tidak malu dan bisa menerima kekalahan dengan lapang dada, ayah-bunda perlu memberikan pengertian dan menjelaskan makna serta manfaat dari lomba yang akan diikuti oleh anak. Ajarkan mereka bagaimana menyikapi kekalahan ataupun kemenangan.

  1. Pilihlah lomba-lomba yang disukai atau sesuai dengan minat anak

Menurut pakar psikologi anak bernama Wikan Putri Larasati, perasaan nyaman dan senang menjalani suatu kegiatan adalah hal yang sangat penting bagi anak.

Mendorong anak untuk mengikuti atau melakukan kegiatan yang benar-benar mereka sukai adalah cara paling efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus untuk mengasah kemampuan mereka.

Jika anak meminta untuk mengikuti suatu lomba, pertimbangkan untuk memberikan "lampu hijau" kepada mereka. Karena ini bisa jadi sebuah "sinyal" bagi ayah-bunda untuk mengetahui minat dan bakat anak yang
sebenarnya.

Sebaliknya, melarang mereka mengikuti lomba yang benar-benar mereka inginkan bisa membuat mereka merasa kecewa terhadap keputusan ayah-bunda. Jadi, berusahalah untuk bijak dalam mengambil keputusan.

  1. Pastikan ayah-bunda hadir dan memberikan semangat
Ketika buah hati mengikuti lomba, mereka pasti ingin mendapatkan dukungan dari orang-orang terkasih sebagai tambahan semangat yang akan menjadi energi booster (bagi anak) dalam usahanya meraih kemenangan.

Kehadiran Ayah-Bunda di pinggir lapangan tidak hanya sekedar penyemangatbagi anak, tapi juga membuktikan bahwa ayah-bunda mendukung setiap kegiatan anak, senang dengan pilihan mereka, dan sebagai bukti cinta ayah-bunda kepada buah hati

  1. Luangkan waktu untuk menemani anak melakukan persiapan
Ada banyak jenis lomba 17 Agustus untuk anak-anak yang yang dapat melibatkan orang dewasa. Seperti kegiatan menghias sepeda, berlatih balap karung, dan lain sebagainya.

Meski boleh memberikan bantuan, namun orang tua diharapkan untuk tidak memberikan porsi bantuan yang terlalu besar. Sehingga tidak mengurangi kreativitas dan usaha anak.

Selain bisa dimanfaatkan sebagai momen untuk membagikan pengalaman, keterlibatan ayah-bunda juga bermanfaat untuk membantu persiapan yang lebih baik, sehingga anak-anak akan lebih aman dan berpeluang sukses saat mengikuti lomba.

Keterlibatan ayah-bunda dalam membantu persiapan anak dalam mengikuti lomba juga bisa berarti bahwa, ayah-bunda mendukung kegiatan anak sepenuhnya dan bisa dijadikan sebagai ajang "quality time" untuk mengenal anak dan menguatkan ikatan serta rasa cinta antar anggota keluarga.

  1. Tingkatkan kesempatan menang dengan melakukan persiapan yang matang

Bukan rahasia apabila persiapan yang matang merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam setiap perlombaan. Selain berlatih sejak jauh-jauh hari, terus memupuk semangat anak dan menjaga kesehatan mereka bisa meningkatkan peluang anak tampil prima dalam perlombaan.

Diantara cara-cara yang bisa ayah-bunda lakukan untuk meningkatkan peluang anak untuk memenangi perlombaan atau paling tidak tampil dalam performa terbaik adalah dengan:

  1. Memberikan makanan sehat atau makanan bergizi
  2. Ajak mereka berlatih
  3. Jika mereka sakit, berikan mereka semangat dan dukungan dan bantu mereka sembuh lebih cepat
  4. Pastikan tidak ada hal-hal yang dapat menurunkan performa anak. Seperti sariawan dibibir misalnya, meskipun terkesan sepele. Namun penyakit ringan ini dapat mengganggu performa anak. Oleh sebab itu, pastikan ayah-bunda selalu sedia obat sariawan ampuh untuk anak seperti Aloclair Plus di rumah
  5. Persiapkan juga perlengkapan P3K. Karena, kecelakaan bisa saja terjadi dalam berbagai situasi meskipun perlombaan yang mereka ikuti tergolong ringan dan tidak berbahaya


7. Berikan pujian kepada anak sekalipun mereka gagal memenangi lomba

Pujian tidak selalu diberikan kepada anak memenangi lomba. Tetapi, pujian untuk mengapresiasi kemauan, usaha, serta keberanian mereka mengikuti kompetisi. Diantara manfaat memberikan pujian kepada anak sekalipun mereka gagal adalah, untuk mengurangi perasaan kecewa, membantu mereka agar tidak patah semangat dan siap berkompetisi lagi atau agar mereka mau mencoba di lain waktu, menjaga level kepercayan diri anak, serta sebagai bentuk (bukti) dukungan kepada buah hati.
Baca juga: Tumpengan, sejarah dan filosofinya


Sumber:

  1. Perlukah Mengikutkan Anak Lomba Demi Tingkatkan Percaya Dirinya?
  2. Yang Perlu Diperhatikan saat Balita Ikut Lomba 17-an
  3. Why Competition Is Good for Kids (and How to Keep It That Way)
  4. 5 Reasons Why Competition is Good (and bad) for your Child


Artikel

Artikel Lainnya