10 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyikat Gigi Agar Tidak Sering Sariawan

Sikat gigi sangat dianjurkan untuk menghilangkan bakteri di mulut. Bakteri di mulut selain bisa membuat gigi berlubang, juga bisa menyebabkan sariawan. Sariawan juga bisa timbul jika mulut kamu luka atau lecet akibat tidak hati-hati saat menyikat gigi.

Saat sedang sariawan pun kamu tetap harus menyikat gigi. Karena meskipun perih, dengan menyikat gigi, kamu mengurangi kemungkinan sariawanmu terinfeksi bakteri yang bisa membuatnya susah sembuh.

Berikut ini 10 hal yang perlu kamu perhatikan dalam menyikat gigi agar kamu tidak gampang sariawan dan kesehatan mulutmu selalu terjaga.

  1. Menggosok Gigi Saat Pagi Hari dan Sebelum Tidur

    Kita tentu sudah sering mendengar anjuran untuk rutin menggosok gigi dua kali sehari. Mengapa kita harus menggosok gigi minimal dua kali sehari? Karena, saat tidur, air ludah kita akan berkurang, sehingga asam yang dihasilkan oleh plak akan menjadi lebih pekat, akibatnya, gigi lebih mudah rusak. Dengan menyikat gigi sebelum tidur, membantu mengurangi kepakatan dari asam plak.

    Meskipun sudah menggosok gigi di malam hari, kamu harus tetap menggosok gigi di pagi hari. Walau terasa bersih, sebenarnya pada saat tidur plak tetap dapat terbentuk. Menyikat gigi lagi di pagi hari bertujuan agar plak tidak semakin tebal.

  2. Menyikat Lidah

    Lidah merupakan bagian yang sering lupa dibersihkan pada saat menyikat gigi. Padahal, bakteri sangat mudah menempel di permukaan lidah yang kasar. Kamu bisa membersihkan lidah dengan sikat gigi atau sikat khusus lidah. Lidah yang bersih akan membuat nafas kamu jadi lebih segar.

  3. Sikat Gigi dengan Lembut

    Menyikat gigi terlalu keras dapat merusak gigi dan gusi. Kamu tidak perlu menyikat gigi dengan tekanan yang keras, karena dengan tekanan ringan saja plak akan terbuang. Plak tidak akan hilang jika sudah mengeras menjadi karang gigi. Plak dapat menjadi karang gigi hanya dalam waktu 2 - 3 hari. Jika sudah berbentuk karang, hanya bisa di hilangkan dengan scaling di dokter gigi.

  4. Tidak Terlalu Cepat Menyikat Gigi

    Menyikat gigi terlalu cepat tidak efektif membersihkan plak. Setidaknya sikatlah gigimu sekitar 2 menit. Menyikat gigi terlalu cepat atau terburu-buru juga bisa membuat mulut terluka hingga sariawan.

  5. Ganti Sikat Gigi Setelah 3 Bulan

    Ganti sikat gigimu jika bulu sikat sudah rusak, atau setelah 3 bulan. Biasanya, setelah 3 bulan dipakai, sikat gigi akan kurang efektif membersihkan dengan baik karena bulu sikat mulai kasar. Sehabis sakit, kamu juga sebaiknya mengganti sikat gigi. Ini perlu kamu lakukan supaya kamu tidak terinfeksi lagi, karena sikat gigi adalah tempat menempelnya kuman.

  6. Pilih Sikat Gigi dengan Bulu Sikat yang Lembut

    Dalam memilih sikat gigi yang tepat, utamakan yang memang nyaman kamu pakai dan pas untuk mulut kamu. Yang paling penting adalah pilih sikat gigi berbulu lembut. Sikat gigi berbulu kasar memiliki kemungkinan besar dapat menyakiti gusi atau melukai mulut. Jika mulut terluka, ini akan menimbulkan sariawan.

  7. Pilih Kepala Sikat Gigi yang Kecil

    Kepala sikat gigi besar akan sulit menjangkau gigi paling belakang. Agar seluruh bagian gigi bisa terjangkau dengan baik, pilihlah kepala sikat gigi yang kecil.

  8. Perhatikan Kebersihan Sikat Gigi

    Sebagai pembersih bagian yang terpenting dari tubuh kita yakni mulut, sikat gigi juga harus selalu dalam keadaan bersih. Untuk menjaga kebersihan sikat, usahakan sikat gigi selalu kering dan tidak lembap. Letakkan sikat gigi secara horizontal atau dalam keadaan berdiri agar membuatnya lebih cepat kering dan tidak lama menyimpan sisa-sisa air. Sikat gigi yang lembap membuat bakteri berkembang lebih cepat.

  9. Pisahkan Dengan Sikat Gigi Lainnya

    Jangan menyatukan sikat gigi yang satu dengan sikat gigi lainnya ketika menyimpannya. Letakkan di tempat yang memiliki penyekat untuk menghindari transfer bakteri antar sikat gigi.

  10. Hindari Berbagi Sikat Gigi

    Jangan menggunakan sikat gigi yang sama dengan anggota keluarga yang lain. Berbagi sikat gigi sama saja dengan berbagi kuman. Karena ketika sikat gigi digunakan, bakteri dari mulut bisa pindah ke sikat gigi.

    Sikat gigi berbulu kasar, sikat gigi yang banyak bakteri dan cara menyikat gigi yang kurang hati-hati dapat memungkinkan timbulnya sariawan. Jika sariawan menyerangmu, langsung saja obati dengan Aloclair Plus. Untuk sariawan di bagian bibir kamu bisa menggunakan Aloclair Plus Gel. Sedangkan, untuk bagian sariawan yang tidak terjangkau oleh gel, kamu bisa menggunakan Aloclair Plus Oral Rinse atau Aloclair Plus Spray. Tidak seperti obat sariawan lainnya, Aloclair Plus tidak mengiritasi sariawanmu dan tidak menyebabkan rasa baal.

    Aloclair Plus juga menyembuhkan sariawan tanpa rasa perih. Lihat saja kandungan dalam Aloclair Plus yang bisa dengan cepat menyembuhkan sariawan. Aloclair Plus mengandung ekstrak lidah buaya untuk mengurangi nyeri dan mencegah infeksi, Sodium hyaluronate untukmemberikan kelembapan agar luka tidak bertambah sakit, Glycyrrhetinicacid untuk mengurangi bengkak dan Polyvinylpyrrolidone untuk pembentukan lapisan pelindung.

    Dalam menyembuhkan sariawan, Aloclair Plus akan membentuk lapisan pada luka untuk melindungi luka dari gesekan makanan dan minuman, sehingga sariawan akan lebih cepat sembut tanpa membuatnya perih.



Artikel

Artikel Lainnya