Palang Merah Indonesa dan Peranannya Bagi Bangsa

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Tepat pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta. Tanggal 17 September pun kini dikenal sebagai hari Palang Merah Indonesia.

Sebagai sebuah organisasi perhimpunan nasional, PMI tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan terhadap korban, tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

PMI selalu mempunyai tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sejak awal berdirinya hingga saat ini PMI berperan dalam membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan.  Jika kamu mau tahu bagaimana peranan PMI sebenarnya bagi negara,  melalui artikel berikut kami coba merangkumkannya.

1. Membantu Dalam Peperangan/Konflik

PMI berperan dalam membantu pemerintah ketika terlibat dalam peperangan dan konflik. PMI seringkali dikirim ke daerah konflik guna memberikan perannya dari sisi medis. Adapun tugas kemanusiaan yang dilakukan PMI pada masa perang kemerdekaan RI, saat pemberontakan RMS, peristiwa Aru, saat gerakan koreksi daerah melalui PRRI di Sumbar, saat Trikora di Irian Jaya, Timor Timur dengan operasi kemanusiaan di Dilli, pengungsi di Pulau Galang.

2. Membantu Korban Bencana Alam

PMI berperan membantu pemerintah dalam membantu korban bencana alam. Setiap kali terjadi bencana alam, PMI turun ke lokasi untuk memberikan dukungan tenaga medis dan berbagai obat-obatan. Adapun salah satu peranan PMI ini bisa kita lihat ketika terjadi bencana tsunami di Aceh yang memakan banyak korban jiwa. Semua dilakukan jajaran PMI demi rasa kemanusiaan dan semangat kesukarelawanan yang tulus membantu para korban dengan berbagai kegiatan mulai dari pertolongan dan evakuasi, pencarian, pelayanan kesehatan dan tim medis, penyediaan dapur umum, rumah sakit lapangan, pemberian paket sembako, pakaian pantas pakai dan sebagainya.

3. Transfusi Darah dan Kesehatan

Peranan yang satu ini dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1980 telah diatur tentang tugas dan peran PMI dalam pelayanan transfusi darah. Keberadaan Unit Transfusi Darah PMI diakui telah banyak memberikan manfaat dan pertolongan bagi para pasien atau penderita sakit yang sangat membutuhkan darah. Ribuan atau bahkan jutaan orang terselamatkan jiwanya berkat pertolongan Unit Transfusi Darah PMI. Demikian pula halnya dengan pelayanan kesehatan, hampir di setiap PMI di berbagai daerah memiliki poliklinik.

 

Itulah beberapa peranan PMI dalam membantu pemerintah. Sebagian besar peranan tersebut dilakukan atas dasar rasa kemanusiaan dan semangat kesukarelawanan yang tulus. Jadi mulai sekarang ayo dukung program-program dari PMI yang bermanfaat bagi kehidupan bangsa.

Artikel

Artikel Lainnya