Aloclair Shienny Martha

Selamat siang Drg. Dita Firdiana
Ijinkan saya untuk bertanya,
1. Apakah sariawan bisa menular dan bagaimana cara penularannya?
2. Apakah sariawan termasuk penyakit yg berbahaya/tidak dan bgm cara yg praktis untuk mengobatinya?
3. Apakah ada jenis makanan yg bisa mempengaruhi timbulnya sariawan pd mulut?
Sekian dan terimakasih.
#TanyaAhliLebihNyaman

Hai Shienny

Sariawan yang umum dikenal masyarakat dalam istilah medis adalah stomatitis aphtosa rekuren (SAR). SAR adalah luka pada rongga mulut bisa cuma satu atau ada banyak, ada rasa sakit, timbul berulang, berbentuk bulat atau oval, dengan batas yang teratur dan beraturan, dikelilingi oleh daerah berwarna merah dengan dasar cekung berwarna putih kekuningan, dan tidak ada keterlibatan adanya penyakit sistemik dari seseorang.

SAR (sariawan yang kita kenal) tidak menular, bila ada yang sariawan kemudian menular kepada orang lain kemungkinan luka di dalam mulut tersebut bukan sariawan (SAR). Walau tidak dipungkuri, susah bagi awam menilai mana yang SAR mana yang bukan. Luka di dalam mulut bisa menular bila terjadi ketelibatan penyakit sistemik (penyakit lain yang ada di dalam tubuh kita) atau keterlibatan virus/bakteri.

Sariawan adalah penyakit di dalam mulut yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia (80%) dan 20% populasi dunia, dan sampai sekarang belum diketahui etimologinya (penyebabnya). Sariawan (SAR) biasanya akan sembuh sendiri selama kurang lebih 14 hari, cuma kita tentu ingin mempercepat penyembuhan tersebut. Yang perlu diketahui dalam memilih obat sariawan yang pas adalah bagaimana cara kerja dari obat sariawan tersebut. Obat sariawan seharusnya memiliki efek melapisi dan melindungi luka di dalam rongga mulut, dan menghilangkan radang sehingga rasa nyeri dan luka cepat sembuh. Obat sariawan yang baik juga akan tetap menjaga asupan darah ke dalam luka sehingga luka menjadi cepat sembuh.

Walau penyebabnya belum diketahui, biasanya ada beberapa faktor pencetus SAR (sariawan), diantaranya: Genetik, Hormon, Stress (fisik dan pikiran), Kekurangan zat besi/asam folat/vitamin B12, Trauma mekanis, Alergi, Kebersihan rongga mulut yang kurang baik. Terkait dengan pertanyaan soal makanan, kemungkinan terbesar berhubungan dengan alergi. Ada yang SAR muncul setelah makan gorengan, ada juga yang sehabis makan mie instan, tiap orang bervariasi dan tidak ada rumus bakunya. Harap mba Shienny menggunakan proses eliminasi saja untuk mengetahui penyebab pasti alergi makanan yang dimiliki.

Semoga menjawab ya...

Artikel

Artikel Lainnya