Mengapa Ibu Hamil Harus Ekstra Menjaga Kesehatan Mulut?

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan secara menyeluruh. Karenanya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang baik dan benar sangat mendukung kualitas hidup termasuk pada ibu hamil.

Menurut Pedoman Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil dan Anak Usia Balita bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI tahun 2012, gigi dan mulut yang tidak dirawat dapat menjadi sumber infeksi dan bisa menyebar melalui peredaran darah ke organ-organ tubuh yang lain, misalnya ke jantung, ginjal, saluran pencernaan, kulit, dan mata.

Pada ibu hamil, hal ini juga dapat membahayakan janin yang dapat berujung pada kelahiran prematur (lahir sebelum waktunya) dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Mengapa Ibu Hamil Rentan Mengalami Gangguan Kesehatan Mulut?

Perubahan hormonal pada saat kehamilan yang disertai adanya plak atau karang gigi dapat menimbulkan peradangan pada gusi. Selain itu, selama kehamilan juga biasanya terjadi perubahan-perubahan fisiologis di dalam tubuh seperti penambahan berat badan, pembesaran payudara, pembengkakan pada tangan dan kaki hingga perubahan pada kulit.

Perubahan ini terkadang juga disertai dengan morning sickness (rasa mual dan ingin muntah terutama pada waktu pagi hari), rasa lesu, lemas dan terkadang hilang selera makan, hingga perubahan mood dan tingkah laku. Keadaan tersebut menyebabkan ibu hamil sering kali mengabaikan kebersihan dirinya, termasuk kebersihan giginya, sehingga ibu hamil sangat rawan terkena penyakit gigi dan mulut.

Gangguan Rongga Mulut yang Dapat Dialami oleh Ibu Hamil

Selama kehamilan, seorang ibu dapat mengalami beberapa gangguan pada rongga mulutnya yang dapat disebabkan oleh perubahan hormonal atau karena kurang merawat kesehatan gigi dan mulutnya.

  1. Gingivitis Kehamilan (Pregnancy Gingivitis)

    Jika gusi terlihat lebih merah dan mudah berdarah ketika menyikat gigi, inilah yang disebut penyakit gingivitis kehamilan. Selama kehamilan, tingkat progesteron pada ibu hamil bisa 10 kali lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri tertentu yang menyebabkan peradangan gusi. Perubahan kekebalan tubuh selama kehamilan juga dapat membuat mulut rentan terkena bakteri penyebab radang gusi.

  2. Granuloma Kehamilan (Epulis Gravidarum)

    Kehamilan dapat pula menimbulkan pertumbuhan berlebih pada gusi seperti tumor, atau istilahnya granuloma kehamilan (epulis gravidarum). Bentuknya seperti benjolan berwarna merah keunguan sampai merah kebiruan dan mudah berdarah. Faktor utama penyebabnya adalah kebersihan mulut yang buruk. Faktor penyebab lainnya adalah trauma, hormon, virus dan pembuluh darah yang pecah. Granuloma kehamilan biasanya akan menghilang setelah bayi lahir.

  3. Karies Gigi

    Kehamilan tidak langsung menyebabkan gigi berlubang. Faktor-faktor yang dapat mempercepat gigi berlubang pada wanita hamil karena pH saliva wanita hamil lebih asam jika dibandingkan dengan yang tidak hamil. Selain itu, juga bisa disebabkan karena ibu hamil gemar konsumsi makan-makanan yang banyak mengandung gula. Serangan asam pada plak yang dipercepat dengan adanya asam dari mulut (karena mual atau muntah) dapat mempercepat proses terjadinya gigi berlubang.

Obat Tradisional Untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Mulut

Pemanfaatan obat tradisional untuk menanggulangi masalah kesehatan gigi dan mulut dapat digunakan dalam keadaan darurat sebelum dirujuk ke klinik gigi atau dokter gigi. Berikut ini tercantum beberapa bahan sebagai pereda rasa sakit, pengurang bau mulut, dan obat sariawan.

  1. Bahan untuk meredakan rasa sakit gigi
    • Bunga Cengkeh

      Sangrai segenggam bunga cengkeh sampai kering, kemudian tumbuk halus menjadi tepung. Masukkan bubuk cengkeh ke dalam lubang gigi yang sakit.

    • Garam Dapur

      Larutkan setengah sendok the garam dengan segelas air hangat, kemudian gunakan untuk kumur-kumur.

    • Bawang Putih

      Haluskan 1 siung bawang putih lalu masukkan ke dalam lubang gigi yang sedang sakit, tanpa menekannya. Lalu tutup dengan kapas bersih. Biarkan beberapa saat sampai rasa sakitnya hilang.

  2. Bahan untuk mengatasi bau mulut
    • Daun Sirih

      Rebus 15 lembar daun sirih dengan 1,5 gelas air sampai mendidih. Kumur-kumur dan biarkan dalam mulut sekitar 1 menit. Ulang sampai terasa segar.

    • Bunga Cengkeh

      Kunyah 2 butir cengkeh yang kering dan sudah dibersihkan. Biarkan selama beberapa menit dalam mulut, kemudian sepahnya dibuang.

  3. Bahan sebagai obat sariawan 

    • Jeruk Nipis

      Peras 3 buah jeruk nipis ukuran sedang. Campur air perasannya dengan gula aren lalu seduh dengan air panas dan aduk sampai rata. Ramuan diminum 3 kali sehari selama 2 hari.

    • Daun Sirih

      Seduh 5 lembar daun sirih tua yang diremas-remas, untuk berkumur-kumur.

    • Daun Saga

      Rebus 2 genggam daun saga dengan 4 gelas air, sampai airnya tinggal 2 gelas. Minum sedikit demi sedikit sampai habis. Diminum setiap hari sampai sariawan hilang.

Selain menggunakan jeruk nipis, daun sirih dan daun saga, untuk mengobati sariawan, kamu juga bisa menggunakan obat sariawan Aloclair Plus. Aloclair Plus berbahan dasar alami ekstrak lidah buaya yang dapat meredakan peradangan yang timbul karena sariawan. Aloclair Plus mengobati sariawan kamu tanpa rasa perih. Obat ini juga sudah dipakai di 57 negara di dunia, jadi, tidak perlu diragukan lagi khasiatnya.

Selama hamil, seorang ibu memang perlu memerhatikan kesehatan mulutnya secara ekstra. Untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan, sikatlah gigi secara baik, benar dan teratur. Hindari makanan yang manis dan lengket dan jangan lupa untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi.

 

Sumber: Pedoman Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil dan Anak Usia Balita bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI (2012)

Artikel

Artikel Lainnya