Pengaturan Makanan untuk Anak yang Sedang Sariawan

Sariawan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak, bahkan dapat menyerang bayi yang baru berusia 6 bulan. Pada umumnya daya tahan tubuh anak-anak lebih rendah sehingga bisa terkena sariawan. Selain daya tahan tubuh yang rendah, sariawan pada anak dapat juga disebabkan karena kebersihan mulut yang buruk, luka karena makanan atau pada saat menyikat gigi.

Sariawan akan terasa perih bila tersentuh atau terkena gesekan makanan, karena itu membuat anak menjadi tidak nafsu makan. Sariawan pada anak bisa menyerang bibir, lidah, pipi bagian dalam, hingga tenggorokan.

Seringkali orangtua bingung bagaimana memberikan makanan untuk anak yang sedang sariawan.  Meski anak malas makan, tetap berikan makan sesuai jadwalnya. Jika benar-benar sulit, suapi sedikit-sedikit. Berikan waktu untuk ia menelan makanannya. Makan sesuai jadwal dilakukan agar anak tidak semakin malas makan karena sudah terbiasa disiplin. Untuk balita, pola makannya adalah tiga kali makan utama, yaitu sarapan, makan siang dan makan malam, ditambah dua kali makanan selingan.

Berikut ini pengaturan makanan untuk anak yang sedang sariawan menurut buku Smart Parents: Pandai Mengatur Menu & Tanggap Saat Anak Sakit yang ditulis Ayu Bulan Febry K.D., S.KM, dan dr. Zulfito Marendra:

  1. Perbanyak makanan yang mengandung vitamin B3. Vitamin B3 dapat ditemukan pada makanan seperti serealia, hati, ayam, daging, kacang-kacangan, alpukat, kurma, telur ayam, dan ikan. Vitamin B3 bermanfaat untuk mengatasi sariawan.
  2. Konsumsi buah dan sayur. Untuk membantu menyembuhkannya, kamu bisa memberikannya buah-buahan seperti tomat, semangka, mangga, jambu biji, papaya atau kiwi yang memang baik untuk penderita sariawan. Untuk memudahkan si kecil mengonsumsi buah-buahan ini, buatlah dalam bentuk jus, sehingga lebih gampang ditelan.
  3. Kurangi asupan gula dan makanan olahannya. Gula dapat berubah menjadi cairan asam di mulut yang berdampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut.
  4. Hindari makanan yang mengandung banyak garam. Garam dapat mengiritasi sariawan sehingga memperparah kondisinya
  5. Kurangi asupan makanan yang mengandung arginine. Penyebab sariawan salah satunya adalah virus herpes simplex. Arginine bisa membuat virus herpes semakin kuat. Makanan yang mengandung arginine antara lain biji-bijian, cokelat, kacang-kacangan, dan bayam.
  6. Menghindari makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada rongga mulut, seperti susu dan ragi. Untuk bayi, tetap berikan ASI seperti biasa. ASI membantu meningkatkan kekebalan tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhan. Hanya saja perhatikan lebih kebersihan payudara, karena sariawan pada bayi biasanya disebabkan oleh jamur.
  7. Atur gizi tetap seimbang agar anak tidak kekurangan gizi. Tidak nafsu makan bisa membuatnya kehilangan bobot tubuhnya. Kekurangan gizi tidak hanya membuat berat badannya turun tapi juga rentan terserang penyakit lainnya karena nutrisi dalam tubuhnya tidak tercukupi
  8. Konsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C. Salah satu penyebab sariawan ialah karena kurang vitamin C. Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan jaringan dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan. Vitamin C juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga sariawan dapat lebih cepat sembuh.

Cara Pencegahan Agar Anak Tidak Mudah Terkena Sariawan

Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Sebelum sariawan menyerang dan membuat anak susah makan, cegah dengan cara berikut ini:

- Selalu jaga kebersihan mulut dan gigi anak

- Hati-hati saat menggosok gigi anak agar mulutnya tidak terluka. Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut. Sikat dengan cara perlahan agar tidak menimbulkan luka.

- Berikan makanan yang lembut dan mudah ditelan

- Selalu potong kukunya jika mulai panjang. Anak, terutama bayi masih senang memasukkan tangannya ke mulut. Kuku yang tajam dapat menggores bagian dalam mulutnya hingga sariawan

- Sediakan mainan yang aman dan tidak tajam. Bayi umumnya senang menggigit mainan. Mainan yang tajam dapat membuat mulutnya terluka dan sariawan

- Gunakan peralatan makan yang halus dan aman. Bayi biasanya senang mengemut sendok makannya. Bagian ujung sendok atau garpu yang kasar berbahaya untuk mulutnya.

Pertolongan Pertama untuk Anak yang Sariawan

Jangan panik jika anak sariawan, berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk mengobatinya:

  1. Berikan obat sariawan.

Jika sariawan sangat mengganggu dan membuatnya tidak mau makan, berikan obat sariawan agar sariawannya cepat sembuh. Untuk anak-anak jangan sembarangan memberikan obat sariawan, terutama jika anak masih bayi dan balita. Berikan obat sariawan yang aman dan tidak perih agar anak bisa kembali makan dengan nyaman, seperti Aloclair Plus.

 

Untuk bayi yang belum bisa berkumur, bisa diberikan Aloclair Plus Gel. Cukup oleskan pada sariawannya dan beri jeda minimal 1 jam setelah pengolesan jika ingin makan dan minum agar obat bekerja lebih efektif. Untuk anak yang sudah bisa berkumur, bisa berikan Aloclair Plus Oral Rinse, yang cukup dikumur selama 1 menit, atau Aloclair Plus Spray yang disemprotkan 3 x ke sariawan anak. Ketiganya aman jika tertelan, tidak mengandung alkohol, dan berbahan dasar alami ekstrak lidah buaya. Aloclair Plus telah dipercaya di 57 negara dapat sembuhkan sariawan tanpa rasa perih.

  1. Berikan obat demam jika sariawan sampai menimbulkan demam. Bila demam mencapai 40 derajat celcius, segera bawa anak ke rumah sakit. Bisa jadi anak menderita penyakit lain yang tidak hanya sekadar sariawan biasa.

 

Kapan Perlu ke dokter?

Sumber:

Febry, Ayu Bulan. 2010. Smart Parents: Pandai Mengatur Menu & Tanggap Saat Anak Sakit. 2010. Jakarta: GagasMedia

Artikel

Artikel Lainnya