Senyuman Bayi Menandakan Perkembangan Otaknya

Senyuman Bayi Menandakan Perkembangan Otaknya
 
Bayi yang tersenyum dan tertawa menunjukkan bahwa otak mereka sedang berkembang. Mereka mulai belajar memahami keadaan di sekitarnya. Bayi tersenyum pertama kalinya pada usia 1–3 bulan dan mulai mengembangkan senyuman sosial (social smile) di usia 2 -4 bulan. Menjelang usia 6 bulan bayi mulai tertawa.
 
Di atas 6 bulan, mereka belajar mengenal konsep objek permanen, karena itu bayi memberikan respon tersenyum atau tertawa ketika orangtua melakukan permainan cilukba. Itu tandanya, ia mulai paham, bahwa orangtuanya hanya bersembunyi lalu muncul kembali dan tidak sedang benar-benar menghilang.
 
Jadi, bagaimana senyuman memengaruhi proses belajar pada bayi?
 
Bayi Belajar Memahami Dunia Lewat Senyuman
 
Bayi terlalu kecil untuk bisa memahami kata-kata. Karena itu, ia belajar tentang dirinya dan dunianya melalui pengalaman positif di awal hidupnya yang ia dapat dari senyuman. Senyuman merupakan bahan dasar utama dalam membangun hubungan yang sehat. Hubungan yang sehat antara bayi dengan orangtuanya penting, untuk perkembangan kesehatan dan kecerdasannya.
 
Dengan tersenyum, bayi mulai belajar bagaimana menunjukkan emosi. Dengan melihat orang-orang tersenyum padanya, bayi akan merasa bahwa lingkungannya memberikan rasa aman terhadapnya. Semakin sering orangtua tersenyum kepada bayinya semakin baik. Ia akan paham bahwa orangtuanya adalah tempatnya mencari kenyamanan dan perhatian. Jika bayi merasa tidak aman, kadar hormon stresnya dapat meningkat dan ini dapat mengganggu proses belajarnya.
 
Tersenyum dan Tertawa Adalah Cara Awal Bayi Berkomunikasi
 
Dr Caspar Addyman, peneliti tawa bayi (baby laughter) di Birkbeck College, London mengatakan ketika bayi mulai tertawa pada orangtuanya berarti mereka sedang mengembangkan kemampuannya untuk mulai berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, jangan meremehkan selera humor bayi. Faktanya, ada hubungan potensial antara tawa dan perkembangan berbahasa pada bayi. Bayi dapat menangkap ritme komunikasi melalui candaan dan bermain. Senyum dan tawa menjadi alat komunikasi penting bagi bayi sebelum mereka mengembangkan kemampuan berbicara dan berbahasa.
 
Cara Membuat Bayi Tersenyum dan Tertawa
 
Bayi dapat tersenyum dan tertawa dengan bantuan orang-orang yang ada di sekitarnya. Bagaimana caranya?
  1. Bernyanyi dan Menari
    Pasang lagu anak-anak dan ikutlah bernyanyi. Nyanyikan dengan sepenuh hati di hadapan bayi kamu. Jangan segan dan malu untuk berjoget dan menari mengikuti irama musik . Goyangkan tangan bayi seolah kamu mengajaknya ikut menari. Bayi pasti akan merasa senang dan otomatis tertawa.
  2. Bermain Air
    Ajak bayi ke kamar mandi atau ke wastafel. Buka kran air dan biarkan ia memainkan air yang mengalir. Bila perlu percikkan sedikit ke wajahnya dengan begitu bayi akan tertawa. Kamu juga bisa melakukannya saat sedang memandikan si kecil. Saat duduk di bak mandinya, ajak ia memukul-mukul air di hadapannya. Biasanya dengan aktivitas seperti ini bayi akan mudah tertawa.
  3. Cilukba!
    Gunakan selimut atau kain untuk menutupi wajahmu. Ketika mengucapkan Baa.. sambil membuka kain, munculkan wajah dengan berbagai ekspresi, seperti memonyongkan bibir atau menggembungkan pipi. Setelah itu, biarkan bayi kamu yang menyingkap kain
    penutup. Ia akan dengan bahagia menemukan ibunya berada di baliknya
  4. Bermain Bayangan
    Biarkan bayi mengamati sosok dirinya dan orangtuanya di dalam cermin. Tunjukkan bayangan tubuhnya sambil bergerak-gerak. Untuk membuatnya lebih tertawa kamu bisa menggendongnya dan mengayunkannya seperti seolah sedang terbang. Ia akan senang melihat wajahnya yang maju-mundur di depan cermin.
  5. Bermain Bayangan
    Matikan lampu dan gunakan senter untuk menerangi ruangan. Buatlah beragam bentuk hewan seperti kelinci dan kupu-kupu dengan jari dan tangan kamu. Gerakkan tangan kamu dan biarkan si kecil melihat bayangan tanganmu yang bergerak-gerak dan berubah bentuk. Ia akan terkesima dan memberikan senyuman terbaiknya.
  6. Tiup Tubuhnya
    Tempelkan mulut kamu di lengan atau kakinya. Tiup hingga menimbulkan bunyi. Ia akan meresponnya seperti keheranan dan tertawa. Lambat laun, ia akan meniru dan mem balasnya dengan meniup tubuhmu. Ia akan tersenyum dan tertawa dengan aksi yang dibuatnya sendiri.
     
    Ada banyak cara membuat bayi tersenyum dan tertawa. Kuncinya kenali betul bayi kamu dan cari tahu apa kesukaannya. Perhatikan setiap ekspresi yang dia tunjukkan ketika beraktivitas bersamanya

Senyuman Anak, Kebahagiaan Keluarga

Keceriaan si kecil adalah amunisi kebahagiaan keluarga. Perasaan gembira dan asupan gizi yang sesuai serta stimulasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kecerdasan di usia awalnya. Jangan sampai ia kehilangan keceriaannya karena sakit, apalagi sakit di dalam mulutnya, seperti sariawan.
 
Sariawan dapat membuat bayi rewel dan tidak nafsu makan. Kalau sudah begitu ibu pasti akan merasa bingung dan kerepotan. Untuk itu, sedia selalu Aloclair Plus di rumah. Aloclair Plus sudah terbukti ampuh mengobati sariawan karena sudah dipakai di 57 negara. Kamu juga tidak perlu khawatir, karena Aloclair Plus tidak mengandung alkohol dan mengandung bahan dasar alami, hingga aman jika tertelan bayi. Pilih Aloclair Plus Gel untuk mengobati sariawan pada bayi.
 
Pemakaiannya sangat mudah. Cukup oleskan 1–2 cm Aloclair Plus Gel hingga sariawan tertutup sepenuhnya. Hindari kontak langsung antara ujung kemasan dengan sariawan. Gunakan 3–4 kali sehari sesuai kebutuhan. Jangan beri makan dan minum minimal 1 jam setelah pengolesan. Sariawan hilang, bayi kamu akan kembali ceria.
 
 
Sumber:
 
http://www.bbc.com/news/health-24553877
http://raisingchildren.net.au/articles/whats_in_a_smile.html/context/280
http://www.ayahbunda.co.id/bayi-psikologi/25-cara-membuat-bayi-tertawa
 
 

Artikel

Artikel Lainnya